Menu

Mode Gelap

News · 11 Sep 2022 13:32 WIB

UIN Jakarta Kukuhkan 2 Guru Besar, Wamenag: Negara Selalu Menunggu Kontribusinya

Avatar badge-check

Editor


 UIN Jakarta Kukuhkan 2 Guru Besar, Wamenag: Negara Selalu Menunggu Kontribusinya Perbesar

SENTRA PUBLIKASI INDONESIA-JAKARTA

Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah hari ini mengukuhkan dua guru besar. Prof. Dr. Abd Wahid Hasyim, M.Ag dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Sejarah Islam Indonesia dan Ilmu Hukum Islam pada Fakultas Adab dan Humaniora. Sementara Prof. Dr. Ahmad Tholabi, MH, MA dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Ilmu Hukum Islam pada Fakultas Syariah dan Hukum.

Sidang Senat Terbuka Pengukuhan Guru Besar ini berlangsung di Auditorium Prof Dr Harusn Nasution, UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta. Prof Wahid menyampaikan pidato ilmiah bertajuk “Politik untuk Pemberdayaan Umat: Proses Persentuhan Kiai dengan Politik di Era Reformasi”. Prof Tholabi menyampaikan pidato ilmiah dengan judul “Koeksistensi Hukum Nasional: Reformulasi Hukum Keluarga dan Hukum Administrasi di Indonesia”.

Hadir dalam pengukuhan ini, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi menyampaikan selamat kepada dua guru besar baru di UIN Syarif Hidayatullah. Menurutnya, guru besar adalah sebuah capaian tertinggi dalam bidang akademik, sekaligus menjadi amanah yang harus diemban penyandangnya.

“Negara dan masyarakat selalu menunggu kontribusi para akademisi, khususnya para guru besar, dalam ikut mencerdaskan kehidupan bangsa,” terang Wamenag di Ciputat, Rabu (14/9/2022).

“Sumbangsih pemikiran, pengadian, dan riset para guru besar sangat ditunggu,” sambungnya.

Pemikiran Prof Abd Wahid terkait politik untuk pemberdayaan umat, menemukan momentum tepat pada saat Indonesia akan menyongsong tahun politik. Ide, gagasan, dan temuan Prof Wahid perlu disosialisasikan sebagai bekal para tokoh politik dalam melakukan pemberdayaan kepada masyarakat.

“Politik pemberdayaan umat ala Prof Wahid manambah wawasan kita bahwa politik tidak selalu bermakna politisasi yang kemudian dikonotasikan sebagai aktivitas negatif. Ada kalangan yang kemudian menjadikan politik sebagai kendaraan melakukan pemberdayaan umat,” tuturnya.

Wamenag juga mengapresiasi kontribusi pemikiran Prof Tholabi seputar hukum di Indonesia. Ikhtiar Prof Tholabi untuk memformulasikan kembali Koeksistensi Hukum Nasional, khususnya terkait Hukum Keluarga dan Hukum Administrasi di Indonesia semakin mengafirmasi bahwa banyak sekali hukum-hukum agama, utamanya agama Islam, yang sudah teradopsi dalam hukum administrasi negara.

“Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, ide dan gagasan Prof Tholabi semakin mengukuhkan argumen tentang kesuksesan Indonesia dalam menyandingkan Islam dengan demokrasi,” tutur Wamenag.

“Ini juga cerminan dari relasi agama dan negara yang sangat baik di Indonesia, khususnya dalam konteks koeksistensi hukum,” tandasnya.

Wamenag menyampaikan selamat dan berharap keberadaan dua guru besar ini semakin memperkokoh posisi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai kampus yang akan melahirkan banyak intelektual.

Artikel ini telah dibaca 12 kali

Baca Lainnya

Kuasai 3 Kemampuan Skills Menulis Artikel Ilmiah Biar Keren Hadapi Abad 21

27 Januari 2023 - 16:22 WIB

Keren! 6 Madrasah Digital Moderat Hadir di Kota Malang

23 Januari 2023 - 09:44 WIB

Begini Pendapat Rektor UIN Bandung soal Polemik Biaya Haji 2023

22 Januari 2023 - 22:19 WIB

Jurnal Prisma: Soedjatmoko Pemikir, Intelektual Bangsa yang Kritis

20 Januari 2023 - 14:26 WIB

Selamat! 5 Dosen Ushuluddin UIN Bandung Jadi Guru Besar

16 Januari 2023 - 11:57 WIB

Tahap Awal 4 Kampus, Kemenag Jajaki Kerjasama dengan Universiti Utara Malaysia

14 Januari 2023 - 23:30 WIB

Trending di News