Menu

Mode Gelap

Riset & Edukasi · 25 Okt 2022 16:12 WIB

UI-University of Melbourne, Kolaborasi Riset dan Inovasi

Avatar badge-check

Editor


 UI-University of Melbourne, Kolaborasi Riset dan Inovasi Perbesar

SENTRA PUBLIKASI-INDONESIA-JAKARTA

Hubungan kemitraan antara Australia dan Indonesia di bidang riset sudah terjalin sejak 2018 lewat kerja sama berjudul Partnership for Australia-Indonesia Research (PAIR). Kerja sama melibatkan berbagai universitas terkemuka di Australia, antara lain University of Melbourne, Monash University, The University of Queensland, dan The University of Western Australia.

“Berdasarkan hubungan kerja sama yang telah terjalin sebelumnya, menunjukkan UI-University of Melbourne memiliki berbagai platform yang potensial untuk berkolaborasi di kegiatan riset dan inovasi,” ujar Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Universitas Indonesia (UI) Nurtami saat menerima kunjungan delegasi dari The University of Melbourne dilansir dari laman UI, Selasa (25/10/2022).

Nurtami berharap pertemuan menghasilkan ide kerja sama produktif bagi hubungan kedua kampus. Dia juga berharap melalui pertemuan itu mampu memperluas kerja sama ke sektor teknik dan FMIPA.

Selama lebih dari satu dekade, UI dan University of Melbourne berkolaborasi, terutama dengan Fakultas Kedokteran, Fakultas Kedokteran Gigi, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UI, Abdul Haris, mengatakan pertemuan untuk memperluas area kolaborasi ke beberapa fakultas dan program studi lainnya.

“Seperti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam— utamanya Aktuaria, serta Fakultas Teknik. Program double degree dan atau single degree menjadi salah satu usulan yang diajukan oleh UI pada kerja sama di masa mendatang. Selain itu, klaster ilmu kesehatan dan klaster teknik menjadi sektor unggulan yang UI tawarkan untuk proyek kolaborasi UI-University of Melbourne,” papar Abdul.

Deputy Vice-Chancellor International, Chancellery International, Michael Welsey, sepakat dengan hubungan antara UI-University of Melbourne yang patut dibanggakan berkat konsistensi dan keberhasilan yang dicapai sampai saat ini, terutama sejak kesepakatan formal keduanya pada 1995. Michael menyebut University of Melbourne sangat terbuka untuk menjalin kerja sama yang lebih luas dan bermanfaat untuk masa mendatang.

Assistant Deputy Vice-Chancellor, International Indonesia, Chancellery International, Vedi Hadiz, mengatakan pertemuan ini merupakan kesempatan bagi kedua kampus untuk kembali terkoneksi. Khususnya setelah covid-19 menjadi tantangan bagi mitra untuk berdiskusi secara langsung dan produktif.

“Dengan diskusi ini, kedua kampus berusaha untuk mengidentfikasi kerja sama secara mendalam dan meluas. Dalam bidang pendidikan, University of Melbourne dapat menjadi model bingkai pendidikan tinggi yang berkualitas bagi UI, atau Indonesia,” kata dia.

Salah satu program studi di UI yang menarik perhatian University of Melbourne adalah Aktuaria. Dekan FMIPA UI, Dede Djuhana, melihat kolaborasi di bidang terkait sebagai titik potensial untuk didiskusikan lebih lanjut.

“Hal ini turut menyangkut kolaborasi di progam riset dan mobilitas,” tutur dia.

Wakil Dekan FEB UI menjelaskan di FEB UI terdapat program studi aktuaria untuk jenjang magister. Ia berharap ke depannya terbuka potensi atau peluang kerja sama selanjutnya.

Heri Hermansyah dan Semiarto Aji Purwanto mengatakan pihaknya berusaha meningkatkan keterlibatan fakultas mereka pada kesepakatan kerja sama dengan University of Melbourne.

Pada akhir Juli 2022, FT UI telah melakukan pertemuan dengan University of Melbourne terkait tiga agenda kerja sama yang perlu ditindaklanjuti. Yaitu skema pembiayaan untuk konsorsium, pelatihan tenaga pengajar dan riset di sektor pendidikan dengan metode yang telah disepakati, serta kelanjutan double degree program.

Sementara itu, FISIP UI juga mengusulkan beberapa kolaborasi riset potensial bagi keberlanjutan hubungan kedua kampus. Terutama, setelah keterhambatan selama pandemi.

Direktur Penelitian dan Pengembangan UI, Munawar Khalil, menjelaskan kerja sama riset antara UI-UOM banyak diinisiasi oleh platform PRIME. Saat ini, PRIME telah menjadi konsorsium model bagi LPDP dan terus berusaha mengembangkan masa depan proyek terkait dengan beberapa topik pokok yang akan dilaksanakan.

Seperti bioteknologi dan bioteknik; smart city; energi terbarukan; hingga kecerdasan artifisial (AI). Ada skema lain yang dapat digunakan oleh UI-University of Melbourne untuk membiayai kerja sama kedua kampus, terutama dalam hal riset.

Delegasi University of Melbourne juga antusias dalam meningkatkan program mobilitas bagi mahasiswa undergraduate atau postgraduate di FT dan Fakultas Ilmu Komputer. Mereka juga terlibat di dalam program inbound UI dalam program semester pendek, atau summer/winter school untuk mahasiswa.

University of Melbourne menggarisbawahi signifikansi pertemuan ini sebagai langkah penting bagi Indonesia-Australia untuk menjalin hubungan diplomatik yang positif. UI menjadi salah satu kampus strategis bagi komitmen Australia untuk memperkuat hubungan mereka dengan Indo-Pasifik.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Kuatnya Pengaruh Kekerasan Adegan Film dalam Kehidupan Nyata

8 Januari 2023 - 08:47 WIB

Keren! Faiz Affan, Guru MTsN 1 Pati Juara Lomba Video Pembelajaran Digital

1 Januari 2023 - 10:52 WIB

Luar Biasa! Mahasiswa UIN Gus Dur Raih Juara 1 Lomba LKTI Yofest Unida Gontor 2022

29 Desember 2022 - 09:42 WIB

Tingkatkan Publikasi, 4 Jurnal UIN Jakarta Peroleh Akreditasi Baru

28 Desember 2022 - 13:21 WIB

Ibu, Madrasah Pertama dan Era 4.0

22 Desember 2022 - 15:21 WIB

Keren! 2 Siswa MTsN 1 Pati Raih Medali Kompetisi Matematika, Sains, dan Inggris Tingkat Nasional 2022

22 Desember 2022 - 08:54 WIB

Trending di Riset & Edukasi