Menu

Mode Gelap

News · 30 Jun 2022 17:16 WIB

Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Jurnal, UIN Bandung Adakan Workshop Tools

Avatar badge-check

Editor


 Tingkatkan Kualitas Pengelolaan Jurnal, UIN Bandung Adakan Workshop Tools Perbesar

SPI-BANDUNG

Upaya menciptakan atmosfir akademik di bidang publikasi ilmiah, Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Workshop Series-1: Tools Penunjang Pengelolaan Jurnal Online secara virtual melalui aplikasi zoom meeting, Kamis (30/06/2022).

Busro, M.Ag., dosen Fakultas Ushuluddin, Ketua Sentra Pengelolaan Jurnal dan Rifqi Syamsul Fuadi, S.T., Tutor Relawan Jurnal Indonesia, pengelola Jurnal JOIN, Jurusan Informatika tampil menjadi narasumber workshop yang dibuka oleh Penasehat Rumah Jurnal, Dr. Ade Yeti Nuryanti sangat mengapresiasi panitia dalam rangka meningkatkan kualitas pengelolaan jurnal.

“Saya selaku penasehat mengucapkan alhamdulillah dan terima kasih kepada Rektor yang telah memfasilitasi berdirinya Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Rumah Jurnal UIN SGD Bandung tidak hanya membicarakan pengelolaan jurnal, tetapi didalamnya juga ada pengelolaan kelas menulis atau publikasi, Hak Paten, Sinta dan konferensi. Ini merupakan satu komitmen yang besar dari jajaran pimpinan bahwa kampus kita _concern_ pada kegiatan-kegiatan ilmiah sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi,” tegasnya.

Salah satu kegiatannya yang sekarang kita bisa selenggarakan, yaitu Workshop Series 1: Pemanfaatan Tools Penunjang Pengelolaan Jurnal. “Kegiatan ini bagus untuk menunjang regulasi publikasi karena bagi penulis, dibutuhkan tools yang , dan sebagai upaya peningkatan kualitas pengelolaan jurnal,” jelasnya.

Bagi Koordinator Rumah Jurnal, Hamdan Sugilar mengucapkan “Alhamdulillah respons khalayak cukup baik pada kegiatan ini, terlihat dari yang sudah mendaftar dan hadir di ruang zoom di atas seratus peserta. Kegiatan diikuti oleh seluruh jurnal di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan dari luar institusi,” paparnya.

Menurutnya, pengelolan Jurnal adalah tanpa batas, artinya tanpa batas waktu, pengelola memikirkan terbit tepat waktu, pengelola jurnal setiap waktu melayani penulis dan lainnya. “Pengelola jurnal itu seperti pelayan yang melayani penulis agar terbit dengan kualitas yang baik dan melayani pembaca agar mendapatkan pengetahuan yang bermutu,” jelasnya.

Dalam menyampaikan materinya, Busro, M.Ag menegaskan pada dasarnya tools yang digunakan ini sangat membantu pekerjaan pengelola jurnal. Tentunya dapat digunakan untuk keperluan menulis. “Dalam menulis dan mengelola jurnal dibutuhkan tools untuk menunjang kinerja, agar lebih baik dan lebih mudah,” ujarnya.

Dalam pengelolaan Jurnal harus berkomitmen untuk anti terhadap plagiarism, maka pengelola perlu memahami fungsi similarity checker seperti Turnitin. “Turnitin bukan alat pendeteksi plagiarism, tapi alat untuk memeriksa adanya gejala atau potensi plagiarism. Salah satu gejala dari plagiarism adalah kesamaan atau kemiripan. Tetap dibutuhkan kemampuan manusia untuk memutuskan apakah potensi itu hanya gejala saja atau sudah masuk dalam tindakan plagiarism,” tandasnya.

Agar kualitas pengelolaan Jurnal dipercaya, terakreditasi, pada kesempatan ini Busro, MAg memberikan tips mecari penulis, editor, reviewer dari berbagai tempat, bahkan sampai ke Luar Negeri. “Keberagamaan editor diperlukan untuk menunjang kinerja pengelolaan jurnal juga untuk membantu dalam penilaian akreditasi jurnal maupun indeksasi jurnal,” sarannya.

Dalam pengalamannya, Rifqi Syamsul Fuadi, menceritakan proses penulisan artikel tidak lepas dari referensi. Untuk membantu mengolah referensi bisa menggunakan Aplikasi Reference Management seperti Mendeley, Zotero dan lainnya.

“Pada prinsipnya aplikasi ini membantu agar referensi itu benar sesuai stylenya dan konsisten. Kondisi ini bisa dengan memanfaatkan aplikasi reference manager,” ungkapnya.

Diakhir sesi tanya jawab Busro, M.Ag menyatakan aplikasi adalah sebuah alat untuk membantu kinerja pengelola jurnal maupun penulis agar lebih efektif dan lebih baik. “Namun jika tujuan efektif dan baik itu bisa dilakukan tanpa aplikasi atau sebaliknya penggunaan aplikasi malah membuat repot, maka silahkan diteruskan sesuai dengan kenyamanan asal tujuannya tetap sama,” pungkasnya.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Stafsus Menag: PTKIN Gerakkan Potensi Humas dan Bentuk Cyber Army

3 Februari 2023 - 14:47 WIB

Selamat! Versi Webometrics Januari 2023, UIN Bandung Duduki Posisi I PTKIN Terbaik di Indonesia

2 Februari 2023 - 10:01 WIB

Terapkan MBKM, 7 Mahasiswa UIN Batusangkar Ikut Magang di PT. Madani Intelsysdata Jakarta

1 Februari 2023 - 13:45 WIB

Kuasai 3 Kemampuan Skills Menulis Artikel Ilmiah Biar Keren Hadapi Abad 21

28 Januari 2023 - 16:22 WIB

Keren! 6 Madrasah Digital Moderat Hadir di Kota Malang

23 Januari 2023 - 09:44 WIB

Begini Pendapat Rektor UIN Bandung soal Polemik Biaya Haji 2023

22 Januari 2023 - 22:19 WIB

Trending di News