Selamat! Tim Riset MAN 1 Kudus Raih Perunggu Indonesia International Invention Expo 2023

oleh

KUDUS SENTRA PUBLIKASI INDONESIA

Tim riset Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kudus berhasil mempersembahkan medali perunggu dalam Indonesia International Invention Expo (IIIEX) 2023. Kompetisi ini diselenggarakan Indonesian Young Scientist Association (IYSA), di Politeknik Negeri Semarang.

Kompetisi ini terbagi dalam beberapa tingkatan pendidikan, mulai tingkat dasar, menengah, hingga mahasiswa dan umum. Dengan format kombinasi online dan offline, kompetisi ini memberikan peluang bagi para pelajar dan mahasiswa dari berbagai belahan dunia untuk memamerkan hasil kreativitas mereka di hadapan juri dan peserta lainnya.

Tim Riset MAN 1 Kudus terdiri atas Riza Dwi Maylina sebagai ketua, dengan tiga anggota, yaitu: Zahratul Wahidiyah, Adiba Zannuba Khafsoh, dan Nur Zahratun Jannah. Mereka ikut pada kategori Social Science.

“Untuk sampai babak final, tim riset MAN 1 Kudus harus bersaing dengan delegasi dari Amerika Serikat, Korea Selatan, Irak, Thailand, Filipina, dan Malaysia,” terang Maylina usai menerima pengumuman pemenang, di Kudus, Selasa (19/8/2023).

Menurut Maylina, perjalanan menuju kemenangan ini dimulai dengan pengiriman esai pada 7 Agustus 2023. IIIEX 2023 menerima lebih dari 127 esai dari peserta yang mewakili beragam negara. Sesi presentasi hasil karya berlangsung pada 25 Agustus 2023. Tim MAN 1 Kudus memaparkan hasil risetnya di hadapan para juri yang berasal dari Indonesia dan Malaysia secara daring melului zoom.

“Kami menyajikan hasil riset dengan judul “Joglo Pencu Kudus: Sejarah, Akulturasi, dan Pelestarian Budaya Rumah Adat Kudus sebagai Manifestasi Budaya Pantai Jawa”. Judul ini merupakan langkah awal mereka untuk memperkenalkan generasi muda tentang warisan budaya Kudus yang diwujudkan dalam rumah adat Joglo Pencu,” papar Maylina.

Menurut Maylina, pilihan judul penelitian ini dipicu oleh keprihatinan terhadap kondisi Rumah Adat Joglo Pencu di Kudus yang semakin memudar. Banyak anak muda di Kudus yang kurang memahami makna sebenarnya dari Rumah Adat Joglo Pencu. “Kami memilih judul ini dengan harapan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian warisan budaya ini yang terus tergerus oleh perubahan zaman,” sebutnya.

Kepala MAN 1 Kudus Taufik, mengaku bangga dan mengapresiasi prestasi tim risetnya. “Prestasi ini merupakan bukti nyata bahwa semangat riset dan dedikasi para siswa MAN 1 Kudus mampu bersaing di tingkat internasional. Kami berharap ini menjadi tonggak awal bagi lebih banyak prestasi gemilang dari tim riset MAN 1 Kudus di masa yang akan datang,” ujarnya

Tim riset MAN 1 Kudus, kataTaufik, telah membuktikan potensi dan kompetensinya di panggung internasional. Mereka tidak hanya menjadi kebanggaan sekolah, tetapi juga wakil dari Indonesia yang memancarkan kecerdasan dan kreativitas dalam dunia penelitian.

“Melangkah dengan teguh dan penuh keyakinan, tim ini siap mengukir prestasi-prestasi lebih besar lagi di berbagai kompetisi nasional dan internasional mendatang, sejalan dengan semangat motto riset mereka: “SIKAT, BABAT, MAN 1 HEBAT,” tandasnya.