Menu

Mode Gelap

Riset & Edukasi · 1 Nov 2022 14:27 WIB

Selamat! Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Berbasis IoT, Siswa MAN 3 Medan Juara I NYIA 2022

Avatar badge-check

Editor


 Selamat! Ciptakan Alat Pendeteksi Kebocoran Gas Berbasis IoT, Siswa MAN 3 Medan Juara I NYIA 2022 Perbesar

SENTRA PUBLIKASI INDONESIA-JAKARTA

M. Humam dan Zahira Az-Zahra Roswadi, siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Medan meraih Juara I National Young Inventor Award (NYIA) tahun 2022.

Kegiatan tahunan ini diselenggarakan oleh Badan Riset dan Inovasi (BRIN)—dulu bernama LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia). Babak final berlangsung di Gedung Innovation Convention Center (ICC) Cibinong, Jawa Barat, 27-30 Oktober 2022.

NYIA adalah ajang kompetisi bagi remaja (siswa setingkat SD, SMP, dan SMA) dalam melakukan inovasi dan invensi di bidang teknologi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas, memberikan apresiasi dan menggali potensi remaja di bidang inovasi teknologi. Lomba tingkat nasional ini juga sebagai ajang untuk menjaring inventor remaja berpartisipasi pada kompetisi tingkat regional maupun internasional.

Kategori karya invensi dalam NYIA mencakup: Manajemen Bencana, Edukasi dan Rekreasi, Pangan dan Pertanian, Teknologi Ramah Lingkungan, Keamanan, Keselamatan dan Kesehatan, Teknologi bagi Penyandang Disabilitas dan Kebutuhan Khusus, serta Teknologi Informasi dan Komputasi.

Dalam NYIA 2022, siswa MAN 3 Medan mempresentasikan karya inovasinya berupa prototype alat pendeteksi kebocoran gas LPG dengan menggunakan sensor MQ-2 berbasis IoT.

M. Humam menjelaskan bahwa gas LPG merupakan kebutuhan masyarakat sehari-hari. Data mencatat bahwa saat ini sekitar 82,78 % rumah tangga di Indonesia menggunakan gas. Namun, tidak banyak masyarakat yang mengetahui bagaimana caranya mengatasi kebocoran gas, yang mengandung zat yang mudah terbakar itu.

“Kami berniat memanfaatkan teknologi untuk menjawab tantangan tersebut. Hingga akhirnya kami berhasil menciptakan prototype alat pendeteksi kebocoran gas,” terang M Humam dilansir Kemenag, Selasa (01/11/2022).

 

Menurut M. Humam, dengan sensor MQ-2, alat ini bisa menangkap bau gas yang keluar. Dengan berbasis IoT, alat ini bisa terhubung dengan smartphone melalui aplikasi telegram.

“Alat ini diletakkan kurang lebih 10 cm dari tabung gas LPG agar bisa menangkap bau gas yang keluar. Sehingga apabila terjadi kebocoran pada gas, buzzer sebagai alarm peringatan akan berbunyi dan informasi kebocoran dapat kita ketahui dari aplikasi telegram di hp,” jelas M. Humam.

Zahira Az-Zahra menambahkan, jika terjadi kebocoran gas, alat ini akan mengirimkan notifikasi ke aplikasi telegram smartphone pemilik gas. “Sehingga, sangat membantu para pengguna dalam pengecekan sebagai antisipasi kebakaran atau bahaya lainnya,” ujarnya.

Tidak hanya itu, menurut Zahira, alat ini juga memiliki fungsi untuk mengecek volume isi dalam tabung dengan menggunakan sensor tekanan dan juga Selonoid Valve sebagai katub listrik yang berfungsi untuk membuka dan menutup saluran gas yang keluar.

Inovasi yang diciptakan kedua siswa MAN 3 Medan ini menyabet Juara I NYIA 2022. Selain mendapatkan sertifikat dan tropi, mereka juga mendapat hadiah uang sebesar 10.000.000.

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Kuatnya Pengaruh Kekerasan Adegan Film dalam Kehidupan Nyata

8 Januari 2023 - 08:47 WIB

Keren! Faiz Affan, Guru MTsN 1 Pati Juara Lomba Video Pembelajaran Digital

1 Januari 2023 - 10:52 WIB

Luar Biasa! Mahasiswa UIN Gus Dur Raih Juara 1 Lomba LKTI Yofest Unida Gontor 2022

29 Desember 2022 - 09:42 WIB

Tingkatkan Publikasi, 4 Jurnal UIN Jakarta Peroleh Akreditasi Baru

28 Desember 2022 - 13:21 WIB

Ibu, Madrasah Pertama dan Era 4.0

22 Desember 2022 - 15:21 WIB

Keren! 2 Siswa MTsN 1 Pati Raih Medali Kompetisi Matematika, Sains, dan Inggris Tingkat Nasional 2022

22 Desember 2022 - 08:54 WIB

Trending di Riset & Edukasi