Saatnya Bangun Ekosistem Riset melalui Publikasi Jurnal Internasional

oleh

JAKARTA SENTRA PUBLIKASI INDONESIA

Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Sosial dan Humaniora (OR IPSH) terus berupaya membangun ekosistem riset, salah satunya melalui publikasi jurnal internasional. Hal itu disampaikan Kepala OR IPSH, Ahmad Najib Burhani saat memberikan arahan dalam kegiatan Capacity Building dengan tema “Meningkatkan Kinerja dan Kompetensi Peneliti di Pusat Riset (PR) Hukum yang Unggul dan Kompetitif”. Kegiatan yang dikemas dalam forum dialog ini berlangsung di Kantor BRIN Kawasan Sains Sarwono Prawirohardjo, Jakarta, pada tanggal 5-6 Maret 2024.

Najib memberikan saran dalam hal menghasilkan produksi pengetahuan melalui naskah publikasi. Ia berharap, bahwa naskah-naskah yang dimiliki tim risetnya dapat dipublikasikan dan diakui oleh masyarakat dunia. “Melalui dialog ini, diharapkan membuka peluang kepada siapa saja, bagi yang punya pengalaman dan memiliki publikasi internasional sebelumnya. Bahkan yang tidak dibekali dengan pelatihan khusus, cukup memiliki kebiasaan menulis, juga bisa menulis satu jurnal,” ungkap Najib dikutip dari laman BRIN, Rabu (6/3/2024).

Najib Burhani menyampaikan bahwa dialog yang dilaksanakan ini untuk memperoleh masukan dalam rangka penyusunan Sasaran Kerja Pegawai (SKP) 2024 di lingkungan PR Hukum. Untuk menyelenggarakan program kerja 2024, Najib menguraikan bahwa masih ada beberapa riset yang masih terus memperoleh pendanaan. Hal itu terkait dengan riset kerja sama dengan universitas.

Ia berharap agar produk riset makin dikembangkan lagi. Hal itu sebagaimana ia berikan contoh yang sudah pernah dilakukan mengenai eksplorasi bahasa, yaitu penelitian bahasa Indonesia dari 2011 sampai 2015. Hasil risetnya ia sarankan bisa dijadikan bahan menyusun buku kamis seperti yang pernah dilakukan tahun 2000.

”Hasil risetnya memang diproduksi oleh komunitas kita sendiri, akan tetapi kemudian akademisi asing yang melakukan kajian, salah satunya tentang bahasa yang hampir punah di Indonesia,” urainya. Contoh lain, Najib juga menyampaikan, tim risetnya yang sebelum ini telah meluncurkan program eksplorasi keragaman masyarakat dan budaya Indonesia. Program ini yang menurutnya potensial dikolaborasikan dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ternyata sama – sama memperdalam substansi tersebut.

Untuk menampung kebutuhan program risetnya, ia memberikan informasi mengenai skema pendanaan di BRIN. “Ada satu skema pendanaan yakni Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM) ekspedisi. Program ini merupakan pendanaan riset berbasis kompetisi dan kompetensi untuk menghasilkan koleksi ilmiah berupa spesimen atau rekaman data ilmiah dalam rangka penjelajahan dan penyelidikan lapangan secara ilmiah,” urainya.

Program RIIM tersebut bertujuan untuk memperoleh temuan data. Di mana, skema tersebut dimaksudkan untuk mendukung perubahan ekosistem riset di Indonesia yang bersifat kolaboratif melalui pencapaian swasembada data dan koleksi ilmiah.

Sementara Kepala PR Hukum, Laely Nurhidayah mengutarakan, untuk menghasilkan publikasi sampai terpublikasikan, menurutnya para periset harus membuat kelompok yang lebih besar. Ia menyarankan agar para penulis ini bisa memahami prosesnya serta mempelajari rekomendasi – rekomendasi yang menunjang. Sebab, menurut pandangannya, penulis selama ini sebatas cenderung melengkapi kebutuhan bahan publikasinya, bukan melainkan membangun sekosistem.

Laely juga menyampaikan, untuk pencapaian riset dan inovasi di bidang IPSH secara optimal, di tahun 2024, pusatnya menargetkan capaian kinerja pada rancangan model yang dihasilkan. Hal itu adalah publikasi ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal bereputasi global dan kerja sama riset dan inovasi.

Di akhir penyampaian, Laely mendorong para periset di bawah koordinasinya agar terus membangun ekosistem yang baik dalam berkontribusi menghasilkan publikasi internasional. Melaksanakan fungsi pembinaan, Laely menyarankan di antara para periset harus saling berkomunikasi untuk mengawal proses dalam satu tahun ini. Ia juga memperingatkan para periset agar berhati – hati terhadap media predator, dalam menentukan dan mengirimkan artikel.

Sebagai penutup, ia menginformasikan telah membentuk kelompok riset baru yaitu kelompok riset teori hukum.