Rektor UIN Jakarta Hadiri Konferensi Internasional Dewan Komunitas Muslim Dunia di Abu Dhabi

oleh

SPI-JAKARTA

Dewan Komunitas Muslim Dunia menggelar Konferensi Internasional tentang Muslim sebagai Kesatuan Umat dalam Keberagaman di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada 8-9 Mei 2022. Konferensi untuk membahas masalah Persatuan Islam, Konsep, Peluang dan Tantangan itu dihadiri oleh sekira 700 peserta di lebih dari 150 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Sejumlah pejabat dan mantan pejabat negara hadir, seperti mantan Presiden Mauritius, Ameenah Gurib Fakim. Menurut beberapa sumber, tak kurang dari 20 pejabat setingkat menteri hadir dan memberi sambutan, antara lain Sekretaris Jenderal Organisasi Konferensi Islam (OKI), Direktur Organisasi Islam untuk Pendidikan, Ilmu Pengetahuan dan Kebudayaan (ICESCO), serta beberapa menteri dari Mesir, Pakistan, Turki, dan Malaysia.

Menteri Agama RI yang seharusnya juga hadir, dalam pertemuan tersebut hanya diwakili oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan HAM, Abu Rokhmad. Sementara dari UIN Jakarta, yang juga wakil Indonesia, dihadiri Rektor Amany Lubis dan dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Muhbib Abdul Wahab.

Alhamdulillah, saya sendiri sebagai salah satu wakil dari Indonesia mendapatkan kesempatan untuk berbicara di forum tersebut. Pidato saya mengenai moderasi beragama dan kerukunan umat beragama di Indonesia mendapat apresiasi cukup baik dari para peserta,” kata Rektor Amany Lubis setibanya di UIN Jakarta, Selasa (17/5/2022).

Konferensi tak hanya dihadiri oleh kalangan muslim tapi juga secara lintas agama. Mereka membahas mengenai masa depan umat manusia, membangun kebersamaan, dan kemanusiaan untuk kedamaian dunia.

“Konferensi ini diharapkan akan adanya kehidupan toleransi yang menyebar dan moderasi beragama yang bermartabat,” kata Rektor dalam sebuah wawancara dengan Kompas TV yang diunggah di Youtube Channel Kompas TV, 14 Mei 2022.

Konferensi digelar selain untuk membahas masa depan umat Islam di dunia juga bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun keempat berdirinya Dewan Komunitas Muslim Dunia. Menteri Toleransi dan Koeksisten UEA Sheikh Nahayan Mabarak Al Nahayan membuka konferensi tersebut dan memberi pesan perdamaian kepada seluruh yang hadir.

Rektor mengatakan Indonesia bisa menjadi salah satu contoh negara dengan kerukunan umat beragama cukup baik di dunia. Meskipun beragam suku, budaya, etnis, dan agama, namun bangsa Indonesia selalu hidup rukun dan damai serta memiliki toleransi yang tinggi.

“Kerukunan dan moderasi beragama di Indonesia yang terus kita pelihara setidaknya menjadi modal untuk maju dan berkembang,” katanya