Rektor UIN Bandung : Awal Perjuangan untuk Menatap Masa Depan yang Cerah

oleh

BANDUNG SENTRA PUBLIKASI INDONESIA

Untuk pertama kalinya, Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., melantik 1.000 wisudawan dan memberikan penghargaan Anugerah Adji Djati Utama kepada Siti Fatimah Azzahra, S.Pd., jurusan Manajemen Pendidikan Islam (S1); Abdul Ghoni, S.Th.I., M.Ag., Magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (S2) pada Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke-93 Lulusan Program Sarjana, Magister dan Doktor UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Gedung Anwar Musaddad.

Ke-1.000 lulusan yang dilantik pada Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-93 bertajuk “Generasi Emas Berkarakter dan Berbudaya Nusantara” tersebut berasal dari: Fakultas Ushuluddin 78 orang; Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 155 orang; Syari’ah dan Hukum 116 orang; Dakwah dan Komunikasi 184 orang; Adab dan Humaniora 70 orang ; Psikologi 16 orang; Sains dan Teknologi 36 orang; Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 107 orang; Ekonomi dan Bisnis Islam 216 orang; Program Magister 12 orang; dan Program Doktor 10 orang.

Dalam sambutannya, Rektor UIN Bandung, Prof. Rosihon mengucapkan selamat dan turut bangga kepada 1.000 wisudawan.

“Kita sekarang berada dalam satu kegiatan yang sangat penting terutama bagi saudara-saudara yang hari ini sedang diwisuda. Oleh karena itu, saya atas nama segenap pimpinan UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengucapkan selamat atas keberhasilan teman-teman sekalian. Ini adalah awal perjuangan saudara-saudara untuk menatap masa depan yang sangat cerah,” tutur Rektor dalam keteranganya, Senin (18/9/2023)

Prof Rosihon memberikan nasihat kepada lulusan mengenai faktor-faktor keberhasilan. Salah satunya, bahwa kecerdasan emosional lebih penting daripada kecerdasan intelektual sebagai awal dari kesuksesan. “Kita ini, terutama wisudawan di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dididik untuk memiliki kecerdasan emosional yang lebih tinggi,” pesannya.

Guru Besar Ilmu Tafsir ini menegaskan kepada wisudawan yang akan lulus dari UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk tetap semangat memperjuangkan masa depan. “Tidak ada berleha-leha setelah wisuda. Jangan berleha-leha, karena dalam agama kita tidak mengenal istilah berleha-leha. Saya doakan semoga saudara-saudara mendapatkan kelancaran dan kemudahan dalam perjalanan karir ke depan,” jelasnya.

Dalam proses Wisuda ke-93 yang dibuka oleh Ketua Senat Universitas, Prof Nanat Fatah Natsir ini sebanyak 3 lulusan Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir meraih penghargaan Wisudawan Berprestasi Kategori Tahfizh 30 Juz. Juga terdapat sebanyak 41 lulusan dengan perolehan IPK Tertinggi.

Turut dihadiri dalam Wisuda Ke-93 ini, Ketua dan Jajaran Sekretaris Senat, Para Wakil Rektor, Direktur Pascasarjana dan para Dekan Fakultas, Kepala Biro AUPK dan A2KK, beserta para Guru Besar.

“Untuk Bupati Kabupaten Bandung, Dr. H. M. Dadang Supriatna, S.I.P., M.Si., bersama Marsekal Pertama TNI Engkus Kuswara, S.I.P., M. Tr (Han), Kepala Kelompok Staf Ahli Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan dan Latihan Angkatan Udara., Dekan Fakultas Tarbiyah UIN Purwokerto, mereka hadir sebagai undangan orangtua yang membersamai anaknya dalam proses wisuda. Sebagai bentuk penghormatan kepada para tamu, yang juga kebetulan pejabat. Caranya dengan memulai tamu yang menempatkan mereka bersama jajaran pimpinan di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung,” pungkasnya.