Menu

Mode Gelap

Riset & Edukasi · 20 Okt 2022 14:32 WIB

Pupuk Hayati BRE-4 Ala Peneliti Unej Terbukti Tingkatkan Pertumbuhan Padi

Avatar badge-check

Editor


 Pupuk Hayati BRE-4 Ala Peneliti Unej Terbukti Tingkatkan Pertumbuhan Padi Perbesar

SENTRA PUBLIKASI INDONESIA-JEMBER

Universitas Jember (Unej) membuat inovasi modern dengan menemukan pupuk hayati untuk pengendali nematoda parasit tanaman. Pupuk hayati yang diberi nama BRE4 ini memiliki kemampuan menyuburkan tanaman sekaligus mengendalikan nematoda parasit tanaman.

Nematoda parasit tanaman telah menjadi masalah serius di Indonesia. Baik pada sektor hortikultura, tanaman pangan, tanaman perkebunan, maupun rempah-rempah.

“BRE4 telah diuji efektivitasnya dalam meningkatkan pertumbuhan berbagai tanaman, seperti kopi arabika, kopi robusta, tomat, cabai, sawi putih, kentang, bawang merah, cabai, dan padi. Selain mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman, BRE4 melalui penelitian ini terbukti mampu menekan tingkat infeksi nematoda parasit tanaman,” ujar tim peneliti Unej, Iis Nur Asyiah, dikutip dari laman unej.ac.id, Kamis, (20/10/2022).

BRE4 dikembangkan mulai 2009, awalnya dikembangkan untuk mengendalikan nematoda yaitu salah satu organisme pengganggu tumbuhan yang menyerang berbagai tanaman budidaya. Apabila nematoda menyerang tanaman biasanya muncul butiran mirip jerawat di akarnya.

Tanaman yang diserang nematoda produktivitasnya akan menurun dan lama kelamaan mati. Nematoda biasanya menyerang tanaman padi, tanaman hortikultura seperti tomat dan sayur hingga tanaman perkebunan seperti kopi.

Saat ini, BRE4 sedang dalam proses pengajuan izin edar dari Kementerian Pertanian yang diharapkan dapat selesai akhir November 2022. Sebagai bentuk pengenalan dan pembuktian efektivitas produk, tim peneliti melakukan demonstration pilot di Kabupaten Bantul pada lahan padi.

Lahan padi yang diberi perlakuan menggunakan BRE4 memiliki produktivitas lebih tinggi dibandingkan dengan lahan padi yang diolah konvensional. Pemberian BRE4 mampu meningkatkan hasil panen sekaligus dapat menekan kejadian penyakit puru akar padi yang disebabkan oleh infeksi Meloidogyne graminicola.

“Penelitian nematoda sudah saya lakukan semenjak 2002 saat menempuh kuliah S3. Kebetulan saat itu ada serangan Globodera rostochiensis atau nematoda sista kentang untuk pertama kalinya pada tanaman kentang di Batu. Karena pada saat itu belum ada penelitian mengenai nematoda sista kentang, maka promotor saya menganjurkan agar saya melakukan penelitian. Itulah kali pertama saya berkenalan dengan nematoda yang kemudian berlanjut ke penelitian nematoda yang lain,” ujar Iis.

Berkat penelitian BRE4, Iis diundang oleh European Society of Nematologists yang menggelar kongres nematologi internasional ke-7 di Paris, Prancis pada 1-6 Mei 2022. Beberapa peneliti tertarik berkolaborasi dengan tim peneliti Universitas Jember, di antaranya dari tim peneliti Michigan State University Amerika Serikat dan peneliti dari Vietnam sudah minta agar BRE-4 diekspor ke negaranya.

Pada 2020 penelitian yang dikerjakan oleh Iis mendapatkan pendanaan dari Program Riset Inovatif Produktif (RISPRO) LPDP Kemenkeu RI dan dana hibah internal melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Jember. Penelitian inilah yang kemudian melahirkan pupuk hayati sekaligus pengendali nematoda pertama di Indonesia yang dinamakan BRE-4.

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Kuatnya Pengaruh Kekerasan Adegan Film dalam Kehidupan Nyata

8 Januari 2023 - 08:47 WIB

Keren! Faiz Affan, Guru MTsN 1 Pati Juara Lomba Video Pembelajaran Digital

1 Januari 2023 - 10:52 WIB

Luar Biasa! Mahasiswa UIN Gus Dur Raih Juara 1 Lomba LKTI Yofest Unida Gontor 2022

29 Desember 2022 - 09:42 WIB

Tingkatkan Publikasi, 4 Jurnal UIN Jakarta Peroleh Akreditasi Baru

28 Desember 2022 - 13:21 WIB

Ibu, Madrasah Pertama dan Era 4.0

22 Desember 2022 - 15:21 WIB

Keren! 2 Siswa MTsN 1 Pati Raih Medali Kompetisi Matematika, Sains, dan Inggris Tingkat Nasional 2022

22 Desember 2022 - 08:54 WIB

Trending di Riset & Edukasi