Perkokoh Keberagaman, Dirjen Pendis Tekankan Relasi Harmoni antara Agama dan Negara

oleh

BANDUNG SENTRA PUBLIKASI INDONESIA

Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Jawa Barat, menyelenggarakan agenda penting yang mencakup Pembinaan Pegawai dan Peresmian Pembangunan beberapa gedung yang strategis, Rabu (26/07/2023).

Agenda tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, di antaranya Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Ahmad Zainul Hamdi, dan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Barat Ajam Mustajam.

Dalam pidatonya, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan komitmen penuh UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam menyiapkan generasi bangsa yang unggul dan kompetitif, sehingga mampu bersaing di era globalisasi dan memberikan kontribusi bagi kejayaan Negara Indonesia.

UIN Sunan Gunung Djati Bandung, sebagai mandatori Kementerian Agama, lanjut Ramdhani, telah berhasil menunjukkan prestasi gemilang dalam berbagai upaya perbaikan mutu layanan pendidikan.

“Universitas ini meraih peringkat pertama di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) versi Webometric dan Schimago Research, yang mengukur rangking universitas dari sisi riset dan kinerja web (keterkenalan di dunia maya),” ucap Ramdhani.

“Selain itu, UIN Sunan Gunung Djati juga dianugerahi sebagai Lembaga Informatif oleh Komisi Informasi Pusat,” tambahnya.

Selanjutnya, proses adaptasi dan inovasi yang cepat di UIN Sunan Gunung Djati Bandung telah memungkinkan institusi ini berdiri sejajar bahkan unggul di antara PTN lain di Indonesia.

“Dengan bertambahnya sarana dan prasarana di kampus ini, semangat untuk terus membangun mutu pendidikan tinggi semakin ditekankan,” tegas Ramdhani.

Dalam kesempatan tersebut, Ramdhani juga menekankan pentingnya hubungan yang erat antara agama dan negara di Indonesia. Bangsa Indonesia tidak dikenal sebagai bangsa yang sekuler dengan memisahkan kehidupan beragama dan bernegara.

“Sebaliknya, keduanya memiliki relasi yang tak terpisahkan seperti dua sisi mata uang logam. Agama memiliki fungsi dan peran yang menyatukan bangsa Indonesia dengan semangat keberagamaan, tercermin dalam perilaku dan tindakan yang tinggi nilai-nilai agama,” terang Guru Besar Institut Teknologi Bandung ini.

Acara pembinaan pegawai ini juga diikuti dengan peresmian pembangunan beberapa gedung yang penting bagi kemajuan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Di antaranya adalah Gedung Rektorat yang akan menjadi pusat administrasi universitas, Sunan Gunung Djati Park yang akan menjadi ruang terbuka bagi mahasiswa dan civitas akademika, Sunan Gunung Djati Sport Centre yang akan menjadi fasilitas olahraga bagi mahasiswa dan masyarakat, dan Gedung Kopertais Wilayah II Jawa Barat yang akan menjadi pusat pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di wilayah tersebut.

“Dengan diresmikannya pembangunan gedung-gedung ini, diharapkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung semakin kuat dan siap untuk menghadapi tantangan masa depan dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta berperan aktif dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” tutup Ramdhani.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pejabat, dosen, pegawai, mahasiswa, serta tokoh-tokoh masyarakat. Seluruh peserta acara mengambil bagian dalam semangat kebersamaan dan dedikasi untuk mencapai visi dan misi UIN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai lembaga pendidikan unggul di Indonesia.