Menjaga Ekosistem Muara Sungai

oleh

Epa Paujiah, Dosen Prodi Pendidikan Biologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

BANDUNG SENTRA PUBLIKASI INDONESIA — Muara beserta lahan basah yang ada di sekitarnya merupakan perairan yang biasanya ditemukan di pertemuan antara sungai dengan laut.

Muara merupakan rumah bagi komunitas tumbuhan dan hewan unik yang telah beradaptasi dengan air payau—campuran yang berasal dari air tawar yang mengalir dari daratan dan air laut yang asin.

Muara air tawar ini menyediakan banyak fungsi ekosistem seperti halnya muara air payau, seperti berfungsi sebagai penyaring alami akan limpasan air dan menyediakan tempat berkembang biak bagi banyak spesies burung, ikan, dan hewan lainnya.

Muara adalah salah satu ekosistem paling produktif di dunia. Banyak hewan bergantung pada muara sungai karena lokasi tersebut digunakan untuk mencari makanan, tempat berkembang biak serta menjadi tempat persinggahan sementara bagi hewan-hewan yang bermigrasi antara air tawar dan air laut.

Muara Sungai yang berada di kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Indonesia, memiliki karakteristik yang unik. Pada beberapa muara sungai, pertemuan antara air tawar dengan air laut terus berlangsung tanpa adanya penghalang seperti yang terjadi di Muara Sungai Ciujung dan Cidamar.

Namun pada beberapa muara Sungai lainnya seperti halnya Muara Sungai Cisadea, Cipandak dan Ciujung, pertemuan antara air laut dan air Sungai ini tidak selamanya berlangsung karena diakibatkan adanya penghalang oleh gumuh pasir yang terbentuk secara alami.

Muara adalah ekosistem yang kompleks. Pemerintah setempat membentuk system pengelolaan muara Sungai untuk melindungi wilayah air muara. Wilayah muara Sungai di Kabupaten Cianjur Jawa Barat menyediakan habitat penting bagi organisme perairan, menawarkan kesempatan pendidikan bagi siswa dan dapat berfungsi sebagai laboratorium hidup bagi para ilmuwan.