Menu

Mode Gelap

Tekno & Sains · 5 Okt 2022 11:10 WIB

Jawab Permasalahan Air Bersih di Arjawinangun, Mahasiswa ITB Buat Prototipe Penjernih Air

Avatar badge-check

Editor


 Jawab Permasalahan Air Bersih di Arjawinangun, Mahasiswa ITB Buat Prototipe Penjernih Air Perbesar

SENTRA PUBLIKASI INDONESIA-BANDUNG

Ketersediaan air bersih pada beberapa wilayah di Kecamatan Arjawinangun, Cirebon masih menjadi isu yang belum banyak mendapat penanganan dari pemerintah daerah. Masyarakat sering mengeluhkan air yang kadang tidak mengalir, atau sekalipun mengalir kondisinya keruh.

Berawal dari keresahan terhadap kondisi air di Arjawinangun, mahasiswa Teknik Industri ITB Kampus Cirebon yang tergabung dalam kelompok 5 Idea Lab mencoba membuat prototipe penjernih air (water filter) sederhana yang dapat dibongkar pasang dalam acara pameran Idea Lab 2022 di Kampus ITB Cirebon.

Perwakilan kelompok 5, Benjamin Jusuf Satriobudi (13421115) menjelaskan bahwa water filter yang diciptakan terbuat dari bahan plastik ringan yang bagian atasnya sebagai tempat masuk air merupakan silikon sehingga dapat meyesuaikan diameter kran dengan ukuran yang bervariasi.

Bagian penyaring utama terdiri dari tiga lapis filter, yaitu kerikil, karbon aktif, dan kapas. Kerikil berfungsi untuk menyaring zat terlarut yang ukurannya relatif besar. Sedangkan karbon aktif yang memiliki lebih banyak pori-pori berperan sebagai adsorbent yang menyerap dan mengikat zat kimia berbahaya. Filter terakhir berupa kapas berfungsi untuk menyaring partikel mikro yang masih lolos dari dua tahap penyaringan sebelumnya.

“Untuk bahan kita menggunakan karbon aktif dan kapas khusus, kualitasnya lebih baik daripada yang dijual luas di pasaran, sehingga kita punya daya jual. Walau keadaan di pasar sudah ada water filter, tapi kita fokus di quality of life dari produknya dan kekhususan bahannya,” ujarnya kepada Sentra Publikasi Indonesia seperti dikutip dari laman ITB, Rabu (5/10/2022).

Meskipun demikian, air hasil filtrasi alat tersebut belum dapat dikonsumsi langsung karena proses filtrasi hanya dilakukan secara manual. Maka dari itu, lingkup sasaran produk tersebut baru sampai pada kebutuhan nonkonsumsi. Di sisi lain, keunggulan water filter buatan mahasiswa ini adalah lebih tahan lama dan lebih mudah dalam hal perawatan dibandingkan produk sejenis yang banyak beredar di pasaran. Setiap komponen penyaring dalam alat tersebut diberi sekat sehingga mempermudah pengguna dalam proses perawatan.

Benjamin menambahkan, “Alat ini sangat mudah untuk dibongkar pasang. Dalam masa pakai sebulan itu, alatnya bisa digunakan kembali, yang penting filter di dalamnya diganti. Komponen filter kami sediakan juga, sehingga pengguna dapat menggantinya secara mandiri apabila dibutuhkan.”

Ke depannya, para mahasiswa ini berharap prototipe produk water filter mereka dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, bahkan hingga mampu menghasilkan air layak konsumsi jika memungkinkan. Mereka menyadari bahwa kebutuhan air merupakan masalah mendasar yang sebenarnya bisa ditangani dengan inovasi dan kreativitas pada bidang yang tepat, sehingga water filter hasil karya mereka dapat dihitung sebagai salah satu alternatif pemecahan masalah dalam penyediaan air bersih di Arjawinangun dan sekitarnya.

Artikel ini telah dibaca 4 kali

Baca Lainnya

Keren! Jurnal Kimia Valensi UIN Jakarta Terindeks Scopus

7 Februari 2023 - 10:28 WIB

Keren! MAN 1 Lahat Borong Juara di Ajang English Speech Tingkat Sumsel

31 Januari 2023 - 23:32 WIB

Reject Bighairi Hisab: Penolakan Pengusulan Akreditasi Tanpa Dinilai

26 Januari 2023 - 08:30 WIB

Eksperimen Mobil Elektrik bagi Anak Ala Planet Sains ITB

18 Januari 2023 - 23:42 WIB

UIN Bandung – Dandim 0624 Jalin Kerjasama Penelitian soal Teknologi Inovasi Ketahanan Pangan

17 Januari 2023 - 15:35 WIB

6 Rekomendasi Situs Jurnal Internasional yang Sering Digunakan, Ini Daftarnya!

3 Januari 2023 - 13:00 WIB

Trending di Tekno & Sains