Inovasi Pembelajaran dan Pelatihan, Kemenag Gelar ‘Knowledge Sharing’ Perdana

oleh

SENTRA PUBLIKSI INDONESIA-JAKARTA

Kementerian Agama melalui Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan akan menggelar Program Knowledge Sharing tentang inovasi pendidikan dan pelatihan.

Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis Pendidikan dan Keagamaan, Mastuki mengungkapkan bahwa Knowledge Sharing ini akan melibatkan para widyaiswara, pejabat fungsional, dan pelaksana, baik yang ada di Pusdiklat Tenaga Teknis, Pusdiklat Administrasi, Balai Diklat Keagamaan, maupun Loka Diklat Keagamaan.

“Ini adalah event sharing tentang knowledge yang terkait dengan pembelajaran dan pelatihan. Dan karena ini pertama, untuk sementara masih kita batasi pesertanya, hanya dari Pusdiklat, balai Diklat Keagamaan, dan Loka Diklat Keagamaan saja,” tuturnya dikutip dari laman Kemenag, Selasa (13/12/2022).

“Ke depan akan kita perbanyak dan perluas akses pesertanya, sehingga kita yang di Pusdiklat dan Balai DIklat Keagamaan juga mendapatkan asupan pengetahuan dari luar, terutama dari guru dan dosen,” tambahnya.

Untuk mengikuti program ini, lanjut Mastuki, peserta harus submit mengirimkan karyanya, baik yang terkait dengan media pembelajaran maupun teknologi pembelajaran, baik tentang pendidikan maupun keagamaan. Sampai dengan penutupan, ada 147 peserta yang mengirimkan karyanya.

“Saya sangat senang dengan antusiasme peserta. Meskipun dalam pengumuman hanya diperuntukkan dari Pusdiklat, Balai Diklat Keagamaan, dan Loka Diklat Keagamaan saja, namun banyak sekali guru, dosen, pegawai di Kementerian Kabupaten dan Wilayah yang juga ikut mengirimkan karyanya,” terangnya.

Karya 147 ini selanjutnya akan dinilai dalam dua tahap. Pertama, penilaian oleh tim Pusdiklat Teknis. Kedua, penilaian dari tim BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional). Mereka yang terpilih, akan mengikuti Program Knowledge Sharing yang berlangsung dari 13 – 17 Desember 2022.

Mastuki berharap, program ini bisa memacu kompetensi sumber daya manusia di lingkungan Kementerian Agama lebih inovatif, baik dalam menyiapkan media pembelajaran, maupun dalam mengelola pelatihan. “Kita berharap program ini menghasilkan orang-orang yang kreatif dan inovatif, yang mampu memberikan terobosan baru dalam memudahkan proses pembelajaran dan pelatihan,” tandasnya