Menu

Mode Gelap

Opini & Cerita · 8 Jul 2022 11:16 WIB

Inilah Tribute to Abiyana Ala UIN Bandung

Avatar badge-check

Editor


 Inilah Tribute to Abiyana Ala UIN Bandung Perbesar

ABIYANA

Please come back to my country
Please come back to my house
Please come back to our campus

Bagai matahari Engkau…..
terus berputar
Bergerak dan beredar
Mulai pagi hingga senja tiba
Menyinari bumi
Tak kenal kata berhenti

Please Abi
Ajari kami mencintai kampus ini
Wasiat Sunan Gunung Djati
Loyalis sejati
Sonder urusan pribadi

Sonder ketemu sonder
Rasa minder berganti warna menjadi rasa percaya diri

Please Abi
Come back to my home

Ajari kami
Belajar mencinta negeri…………..

Cimencrang 7 Juli Bulan Haji

Tradisi Menghormati Purna Bakti

SPI-BANDUNG

Sudah menjadi kewajiban kami Jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung menghargai kinerja para pendahulu kami. Drs. H. Yaya Suryana Ketua Jurusan IPI/KI/MPI periode pertama telah membangun fondasi bahwa keilmuan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (Tarbiyah) di IAIN haruslah ada Islam-nya (al Tarbiyah al Islamiyah atau Islamic Paedagogy).

Untuk mewujudkan mimpi tersebut, bersama sang Guru Prof. Dr. H. Ahmad Tafsir, Abiyana, sapaan akrab H. Yaya Suryana mendirikan ASPI (Asosiasi Sarjana Pendidikan Islam), sekitar tahun 1994-an. Kini ASPI berubah nama menjadi PSPII (Perkumpulan Sarjana Pendidikan Islam Indonesia. Saat ini PSPII diketuai oleh Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si. (Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

Selama kurang lebih 40 tahun mengabdi menjadi pegawai negeri di UIN Sunan Gunung Djati, Abiyana telah banyak melahirkan tokoh di kampus ini. Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung periode sekarang adalah salah satu binaan terbaiknya. Wakil Rektor dua bidang administrasi dan keuangan, Prof. Dr. H. Tedi Priatna adalah salah satu murid terbaiknya.

Abiyana mendapatkan momentum pengabdiannya saat menjabat Ketua Lembaga Pengabdian Masyarakat periode Rektor Prof. Endang Soetari sekira tahun 200an. Secara total mengabdikan diri kepada kampus ini. Nampaknya tidak pernah terlintas dalam pikirannya untuk mendirikan Lembaga Pendidikan yang mengatasnamakan Yayasan dirinya. Rupanya sangat mewarisi sifat ayahnya sebagai carik di sebuah desa di Ciamis. Mengabdi kepada negeri adalah wujud ibadah kepada Ilahi.

Sosok Abiyana

Dalam sambutan dihari babarayaan dan pemberian penghargaan purna bakti yang diselenggarakan oleh Jurusan MPI, Prof Tedi Priatna, panggilan akrab Warek II menyampaikan kesannya melalui rekaman video yang dikirim ke panitia; “Tiga kata untuk Abiyana; tegas, disiplin (namun) dermawan. Para mahasiswa yang nggak paham sifat asli beliau sering menganggap Abiyana sosok dosen yang galak. Padahal tidak. Beliau itu dermawan dan suka sekali menolong orang. Sehingga waktu saya masih menjadi mahasiswa dan dosen muda sering pinjam uang ke beliau Abiyana. Saat mau dibayar, Abiyana bilang, pake welah!,” jelas Warek II

Rektor punya pengalaman lain dengan Abiyana. Saat perploncoan mahasiswa baru, Prof Mahmud yang saat itu menjadi Ketua DEMA Fakultas Tarbiyah mengeluh kepadanya bahwa “juniornya banyak yang manja, lembek dan tidak kreatif. Bukannya pujian yang didapat sang Ketua DEMA, Abiyana malah menyemprot. Heh…jangan angkuh! Dulu Anda juga begitu. Kini giliran Ente yang harus membina mereka….bukan dibinasakan! Seraya tertunduk malu Sang Ketua DEMA berujar….Siyap Kang!.”

Beberapa saat sebelum berangkat ke tanah Suci. Rektor UIN Sunan Gunung Djati Prof Mahmud sempat berkata, “tidak banyak orang yang mencintai Lembaga ini melebihi dirinya sendiri. Itulah Kang Yana. Maka Ente meskipun bukan alumni kampus ini…. berbuatlah sesuatu untuk kampus ini! Bagaimanapun juga UIN Bandung adalah bagian dari negeri ini. Sebagai pegawai negeri sudah sepantasnya kita berkontribusi membangun bangsa yang kita cintai! Dan jangan lupa kembangkan tradisi menghargai semua purna bakti! Merekalah yang memulai! Kita yang kemudian tinggal menikmati,” demikian nasihat Prof Mahmud kepada bawahannya, Ketua Jurusan MPI, Dr. Irawan, M.Hum.

Kegiatan pemberian penghargaan purna bakti kepada Drs. H. Yaya Suryana dihadiri oleh Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Yudi Darmalaksana. Sang Dekan berkata “Itulah ciri Tarbiyah….Saat mau nge-band saja khotmul Quran dulu!,” paparnya.

Acara pemberian penghargaan purna bakti berlangsung di Aula Pendidikan Profesi Guru (PPG), Kamis (07/07/2022) itu dimeriahkan live music performing empei-plus band yang sebagian besar personilnya adalah mahasiswa MPI.

Ketua Jurusan MPI, Dr. Irawan, M.Hum menegaskan batang tubuh keilmuan MPI, selain Pendidikan Islam juga adalah ilmu manajemen. “Dan manajemen itu bukan hanya ilmu, tetapi juga seni. Ilmu dalam mengelola sistem dan seni dalam mengelola orang. MPI akan terasa lengkap jika di dalamnya terdapat ilmu, seni dan jangan lupa religi. Makanya segala sesuatu itu menjadi baik ketika diawali dengan membaca al-Quran,” pungkas mantan Sekretaris Konsorsium Keilmuan Wahyu Memandu Ilmu itu.

Artikel ini telah dibaca 14 kali

Baca Lainnya

Latihan Menulis Artikel Ilmiah dan Keberkerjaan Lulusan PT

25 Januari 2023 - 15:04 WIB

Akademisi dan Kesombongan

11 Januari 2023 - 16:48 WIB

Jalan Menuju Prestasi Ala Kelas Menulis

30 Desember 2022 - 23:15 WIB

Biar Cepat Lulus, Hindari 9 Kesalahan Kecil dalam Menulis Skripsi

27 Desember 2022 - 12:30 WIB

11 Modul Latihan Penulisan Artikel Ilmiah Kelas Menulis

18 Desember 2022 - 13:27 WIB

Bantu Bencana Cianjur, Telkom University Hadirkan MCRBS

28 November 2022 - 13:27 WIB

Trending di Opini & Cerita