Menu

Mode Gelap

News · 10 Mei 2022 22:04 WIB

Inilah Testimoni Dirjen Pendidikan Islam untuk Kegiatan Kelas Menulis UIN Bandung

Avatar badge-check

Editor


 Inilah Testimoni Dirjen Pendidikan Islam untuk Kegiatan Kelas Menulis UIN Bandung Perbesar

SPI-JAKARTA

Masih dalam suasana Idul Fitri 1443 H, Fakultas Ushuluddin UIN Sunan Gunung Djati Bandung, bekerja sama dengan Rumah Jurnal UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Sentra Publikasi Indonesia menjadi pioneer mengawali kegiatan pelatihan penulisan artikel ilmiah, Selasa (10/05/2022).

Pembukaan kegiatan dihadiri oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Muhammad Ali Ramdhani, S.TP., MT, Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag, dan Dekan Fakultas Ushuluddin, Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag. Kegiatan ini adalah bentuk semangat akademisi UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk menciptakan atmosfir penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas.

Tidak hanya dilingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, peserta pada kegiatan ini juga berasal dari luar UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Hal ini menunjukkan bahwa UIN Sunan Gunung Djati Bandung pun turut serta menebarkan semangat penelitian dan publikasi ilmiah secara masif.

Rosihon Anwar mendukung penuh kegiatan ini, “Kegiatan ini dapat menghidupkan ilmu-ilmu kita, karena sumber peradaban adalah penelitian.” tuturnya. Yudi, begitu Dekan Fakultas Ushuluddin biasa dipanggil, menyampaikan bahwa penelitian layaknya penambangan data yang perlu diolah, dianalisis, dan diinterpretasi sehingga dapat menghasilkan informasi, insight knowledge, hingga wisdom.

Selaras dengan Rosihon Anwar dan Yudi, Muhammad Ali Ramdhani meyakini melalui kegiatan ini dengan penelitian yang berkualitas akan menghasilkan publikasi yang baik pula, karena publikasi adalah artefak penelitian. Berikut testimoni Muhammad Ali Ramdhani untuk kegiatan ini:

            Research is a justified true believe. Penelitian sering dideskripsikan sebagai suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun, dan sistematis, yang bertujuan untuk menemukan, menginterpretasikan, dan merevisi sebuah “kebenaran”. Kebenaran ini dalam berbagai perspektif, kerap kali bergeser sesuai dengan dinamika perkembangan ilmu pengetahuan, misalnya beberapa dekade terakhir planet terluar dari tata surya bimasakti adalah Planet Pluto, sekarang Pluto diyakini adalah sebuah satelit bukan planet. Begitupun dalam dunia pendidikan, dari Project Based Learning bergeser trennya ke Higher Order Thinking Skills.

Mengutip Rene Deskartes yang menyatakan Omnibus Dubitandum. Segala sesuatu harus diragukan, sehingga dalam penelitian perlu poses konfirmasi dan verifikasi yang objektif. Karena penelitian memiliki sifat kebenaran objektif, dimana “Penelitian adalah suatu pemikiran yang sistematis yang mengkaji berbagai jenis masalah yang pemecahannya memerlukan pengumpulan data dan penafsiran fakta-fakta (bukan sekedar opini atau harapan)”.

Penelitian pun harus terbuka yang dipakai oleh siapa saja, “Penelitian merupakan suatu cara yang sistematik yang bertujuan meningkatkan, memodifikasi dan mengembangkan pengetahuan sehingga dapat disampaikan atau dikomunikasikan serta diuji (diverifikasi) oleh peneliti lain.” Serta harus teruji dimana prosedurnya harus logis dalam memperoleh keputusan.

Karena “Penelitian adalah suatu metode bertujuan untuk menemukan kebenaran yang dilakukan dengan usaha-usaha yang cermat untuk memperoleh fakta atau prinsip, dengan cara mengumpulkan dan menganalisis data (informasi) yang dilaksanakan dengan jelas, teliti, sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.”

Langkah awal penelitian adalah menemukan masalah. Masalah adalah gap antara das sein dan das sollen, kesenjangan antara harapan dan kenyataan, jarak antara praktek dan teori, perbedaan antara yang senyatanya terjadi dengan yang seharusnya terjadi.

Melalui kegiatan ini, saya percaya proses memilih dan memilah masalah penelitian akan diselesaikan dengan baik, karena 50% kegiatan penelitian dipercaya selesai dengan baik jika masalah yang diidentifikasi sudah tepat.

Selanjutnya, publikasi ilmiah merupakan artefak karya peradaban manusia sebagai upaya peyebarluasan gagasan dan/ atau temuan hasil penelitian atau pemikiran yang dipublikasikan dan ditulis dengan memenuhi kaidah ilmiah dan etika keilmuan. Publikasi ilmiah tentu harus memenuhi kaidah-kaidah ilmiah, yaitu jelas, akurat, ringkas, dan etis.  Penyusunan publikasi ilmiah umumnya dilakukan melalui tahapan evaluasi beberapa ahli sesuai bidang keilmuannya (peer review) untuk mencapai objektivitas yang tinggi. Publikasi ilmiah memiliki sifat: Objektif adalah fakta dan data yang tertulis dalam publikasi ilmiah berdasarkan kenyataan yang sebenarnya, karena penelitian boleh salah, tapi harus disampaikan dengan jujur. Thomas Alva Edison pernah meminta sebuah judul berita diganti, dari “Setelah 9.955 kali gagal menemukan bola lampu pijar, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala” menjadi “Setelah 9.955 kali berhasil menemukan lampu yang gagal menyala, Edison akhirnya berhasil menemukan lampu yang menyala.” Publikasi ilmiah harus bersifat Netral dimana pernyataan tidak mementingkan pihak tertentu baik individu atau kelompok. Selanjutnya Sistematis pola penulisan mengikuti kaidah penulisan ilmiah. Terkakhir publikasi harus Logis dimana cara menginterpretasi data hasil penelitian harus mengacu pada pola nalar, baik induktif maupun deduktif, serta menyajikan fakta secara terpercaya.

Setelah menyampaikan testimoni, Dirjen Pendis Kemenag RI juga berharap mudah-mudahan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam lainnya dapat mengikuti pola dan kegiatan yang sama. Kegiatan ini menjadi pola terbaik untuk mengungkit kualitas akademisi, dan mendongkrak prestasi lembaga pada aspek penelitian dan publikasi ilmiah. Kegiatan ini diharapkan mampu menghidupkan kultur penelitian dan publikasi ilmiah yang berkualitas. (DSM)

Artikel ini telah dibaca 75 kali

Baca Lainnya

Kuasai 3 Kemampuan Skills Menulis Artikel Ilmiah Biar Keren Hadapi Abad 21

27 Januari 2023 - 16:22 WIB

Keren! 6 Madrasah Digital Moderat Hadir di Kota Malang

23 Januari 2023 - 09:44 WIB

Begini Pendapat Rektor UIN Bandung soal Polemik Biaya Haji 2023

22 Januari 2023 - 22:19 WIB

Jurnal Prisma: Soedjatmoko Pemikir, Intelektual Bangsa yang Kritis

20 Januari 2023 - 14:26 WIB

Selamat! 5 Dosen Ushuluddin UIN Bandung Jadi Guru Besar

16 Januari 2023 - 11:57 WIB

Tahap Awal 4 Kampus, Kemenag Jajaki Kerjasama dengan Universiti Utara Malaysia

14 Januari 2023 - 23:30 WIB

Trending di News