Menu

Mode Gelap

News · 24 Okt 2022 13:34 WIB

Inilah Cara Lestarian Aksara Pegon

Avatar badge-check

Editor


 Inilah Cara Lestarian Aksara Pegon Perbesar

SENTRA PUBLIKASI INDONESIA-JAKARTA

Kongres Aksara Pegon resmi dibuka pada hari Jum’at 21 Oktober 2022 oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Kongres yang berlangsung di Jakarta sampai 23 Oktober 2022. ini memiliki beberapa agenda, salah satunya Sidang Komisi guna membahas beberapa hal yang berkaitan dengan upaya pelestarian Aksara Pegon.

Pokok materi yang dibahas pada masing-masing komisi terdiri dari, Komisi I membahas Nomenklatur, Komisi II membahas Tata Tulis, Komisi III membahas Digitalisasi dan Komisi IV membahas Rekomendasi.

Masing-masing komisi dipimpin oleh ketua sidang dibidang masing-masing dengan peserta yang terdiri dari pesantren, kampus, dan berbagai unsur pemangku kepentingan dalam pelestarian, penggunaan, dan pengembangan Aksara Pegon.

Sidang Komisi berjalan dengan lancar dan penuh antusias dari peserta sidang. Tak terkecuali Komisi III dengan pokok materi Digitalisasi.

“Komisi III yang membahas digitalisasi ini bahasannya tidak terlalu banyak, karena papan ketik itu sudah ada standard SNI-nya,” ujar Arief Budiarto selaku moderator dalam forum Komisi III.

Komisi III membahas digitalisasi Aksara Pegon dengan beberapa pokok materi yang dibahas seperti apakah anatomi Aksara Pegon akan disamakan dengan huruf Arab atau akan ada penamaan nama Aksara Pegon (khas Pegon) tersendiri, serta membahas apa saja karakter minimal yang akan digunakan untuk Aksara Pegon.

Salah satunya rekomendasi yang dihasilkan agar bersama-sama secara serius menginventarisasi karakter Aksara Pegon. Selain itu juga, mengupayakan untuk melindungi Hak Cipta font Aksara Pegon,” terang peserta rapat komisi.

Sementara Komisi II yang membahas Tata Tulis Aksara Pegon. Pada bab 1 pasal 3 (1) dijelaskan pengertian tata tulis yaitu kumpulan kaidah menulis yang disepakati sebagai sebuah pedoman umum. Penulisan aksara Pegon memiliki dua model, yaitu yang memakai harakat dan tidak memakai harakat, atau gundul. Huruf Aksara Pegon sendiri memiliki 94 karakter aksara, yang nantinya akan berpedoman pada transliterasi Arab – Pegon – Latin disingkat TAPEL.

Adapun pada tataran transkripsi (ucapan) tidak mempengaruhi fonem aslinya dari tiga bahasa yang menggunakan aksara Pegon yakni Jawa, Sunda dan Madura.

Dalam Sidang Pleno kali ini terdapat dua putusan, yaitu pasal 13 ayat (1) Pembahasan mengenai transliterasi Arab – Pegon – Latin (TAPEL) akan dilakukan oleh tim khusus yang terdiri dari unsur pimpinan-pimpinan sidang, peserta sidang, peserta kongres, dan pihak yang ditunjuk oleh Kementerian Agama.

Perumusan terkait pasal 13 ayat (1) selambat-lambatnya dilaksanakan dalam kurun waktu 3 bulan sejak diputuskan hasil Kongres Aksara Pegon ini.

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Stafsus Menag: PTKIN Gerakkan Potensi Humas dan Bentuk Cyber Army

3 Februari 2023 - 14:47 WIB

Selamat! Versi Webometrics Januari 2023, UIN Bandung Duduki Posisi I PTKIN Terbaik di Indonesia

2 Februari 2023 - 10:01 WIB

Terapkan MBKM, 7 Mahasiswa UIN Batusangkar Ikut Magang di PT. Madani Intelsysdata Jakarta

1 Februari 2023 - 13:45 WIB

Kuasai 3 Kemampuan Skills Menulis Artikel Ilmiah Biar Keren Hadapi Abad 21

28 Januari 2023 - 16:22 WIB

Keren! 6 Madrasah Digital Moderat Hadir di Kota Malang

23 Januari 2023 - 09:44 WIB

Begini Pendapat Rektor UIN Bandung soal Polemik Biaya Haji 2023

22 Januari 2023 - 22:19 WIB

Trending di News