Menu

Mode Gelap

News · 25 Jul 2022 10:49 WIB

Guru Besar Unpad Beberkan Peran Penting Editor dalam Publikasi Jurnal Ilmiah

Avatar badge-check

Editor


 Guru Besar Unpad Beberkan Peran Penting Editor dalam Publikasi Jurnal Ilmiah Perbesar

SPI-SUMEDANG 

Artikel dalam jurnal ilmiah berkontribusi besar bagi pengembangan keilmuan. Untuk itu, editor berperan penting dalam menjadi suatu artikel ilmiah menjadi artikel berkualitas yang dipublikasikan di jurnal ilmiah.

“Editor bertugas mengelola dan mengembangkan jurnal sehingga bereputasi, termasuk juga isi dari jurnal itu tanggung jawab editor,” kata Guru Besar Fakultas MIPA yang juga Ketua Functional Nano Powder University Center of Excellence (FiNder U-CoE) Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Eng. I Made Joni, M.Sc., dilansir dari laman FKG Unpad, Minggu, (24/7/2022)

Menurut Made, editor bertugas memastikan tujuan, ruang lingkup, dan konten selaras dengan kajian-kajian baru. Dalam hal ini, editor juga berperan menentukan strategi dan promosi dari jurnal ke depan.

Melalui tangan seorang editor, jurnal ilmiah akan menghasilkan artikel yang menarik, mampu menarik minat pembicara dengan tema-tema tertentu dan belum umum diketahui, serta berkontribusi bagi pengembangan keilmuan.

Selain kapasitas seorang editor, dalam proses peer review juga memerlukan keahlian dan peran penting reviewer. Untuk menjadi reviewer yang baik, seseorang harus memahami proses peer review dan peran reviewer.

“Journal staff menerima manuskrip dan memperlancar komunikasi sesama penulis dan reviewer juga proses bagaimana produksi nanti, dan sebagai reviewer kita memberikan manuskrip serta memberikan rekomendasi berkaitan dengan concern dari jurnal tersebut,” kata Made.

Proses peer review diperlukan karena kualitas artikel harus dijaga originalitasnya, kemudian untuk mengetahui apa saja temuan-temuan, mendeteksi kecurangan atau plagiarisme, yang menjadi bagian peer review yang dilakukan.

Proses peer review merupakan cara untuk memastikan kualitas dan kredibilitas publikasi akademik. Saat peer review, artikel penulis melalui proses verifikasi oleh editor dan reviewer sebelum diterbitkan.

“Dari proses penulisan sampai screening sebelum proses review, editor di awal akan men-screening juga. Lalu masuk ke peer review, ketika editor sudah cukup masuk ke reviewer, mencari reviewer untuk ditugaskan sebagai pemeriksa tulisan. Sehingga akhirnya tulisan itu bisa langsung diterima atau dikembalikan,” jelas Made.

Beberapa kendala dalam proses peer review, di antaranya memaksakan jurnal yang berbeda lingkupnya, sehingga proses review-nya menjadi lambat. Selain itu kendala juga dapat terjadi saat mendeteksi kesalahan dan kecurangan-kecurangan yang terjadi.

Hal-hal lain yang tak kalah penting adalah menjaga kerahasiaan yang termasuk ke dalam etika reviewer. Reviewer tidak boleh memberikan kritik secara personal terhadap penulis, harus obyektif dan suportif, untuk membantu penulis supaya artikelnya lebih bagus.

“Berusaha sangat informatif terhadap penulis agar informasi dapat dipahami. Pastikan juga editor atau reviewer tidak memiliki conflicts of interest atau mempunyai relasi tertentu,” kata Made

Artikel ini telah dibaca 9 kali

Baca Lainnya

Kuasai 3 Kemampuan Skills Menulis Artikel Ilmiah Biar Keren Hadapi Abad 21

27 Januari 2023 - 16:22 WIB

Keren! 6 Madrasah Digital Moderat Hadir di Kota Malang

23 Januari 2023 - 09:44 WIB

Begini Pendapat Rektor UIN Bandung soal Polemik Biaya Haji 2023

22 Januari 2023 - 22:19 WIB

Jurnal Prisma: Soedjatmoko Pemikir, Intelektual Bangsa yang Kritis

20 Januari 2023 - 14:26 WIB

Selamat! 5 Dosen Ushuluddin UIN Bandung Jadi Guru Besar

16 Januari 2023 - 11:57 WIB

Tahap Awal 4 Kampus, Kemenag Jajaki Kerjasama dengan Universiti Utara Malaysia

14 Januari 2023 - 23:30 WIB

Trending di News