Menu

Mode Gelap

Agama · 22 Sep 2022 11:16 WIB

Cegah Intoleransi, Mahasiswa Harus Bijak Bermedsos

Avatar badge-check

Editor


 Cegah Intoleransi, Mahasiswa Harus Bijak Bermedsos Perbesar

SENTRA PUBLIKASI INDONESIA-ACEH

Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Dr. Ir. Marwan mengajak generasi muda khususnya mahasiswa untuk bijak dalam bermedia sosial sebagai upaya untuk mencegah sikap intoleransi beragama.

Pernyataan tersebut disampaikan Rektor saat menjadi narasumber pada Workshop Moderasi Beragama yang diinisasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia di Gedung AAC Dayan Dawood, Banda Aceh, (21/09/2022).

Rektor mengatakan, salah satu karakteristik generasi milenial adalah dekat dengan teknologi informasi atau digitalisasi. Kemudahan mereka mengakses informasi misalnya melalui gadget bisa berdampak negatif jika tidak dilakukan secara bijak.

Untuk itulah, Rektor mengingatkan mahasiswa untuk bijak dalam mencerna informasi. Tidak tergesa-gesa menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Apalagi informasi hoax tersebut dapat memicu lahirnya sikap intoleransi beragama di masyarakat.

“Jangan sampai kita menjadi bagian penyebar hoax. Cermatlah memisahkan mana informasi yang benar dan tidak. Mari kita jaga sikap ini, jangan sampai kerukunan bergama kita terganggu karena pengaruh informasi yang negatif,” ucap Rektor.

Diresskrimsus Polda Aceh Kombes Sony Sanjaya, S.IK mengatakan, berkembangnya era digital merupakan sebuah kerawanan ketika orang di dalamnya belum siap. Apalagi orang tersebut memiliki pengaruh atau pengikut yang banyak.

Dirinya mencontohkan kasus hoax yang pernah ditangani Polda Aceh terhadap seorang tokoh masyarakat.  Ketika ditanya dari mana sumber informasi hoax tersebut ternyata berasal dari media abal-abal. Ironisnya, informasi hoax tersebut diterima para pengikutnya akibat tidak mampu menyaring kebenaran berita tersebut dengan baik.

“Makanya sekarang sering kita dengar,  saring sebelum sharing. Nah bagaimana kemampuan kita menyaring? Itu adalah jati diri kita. Itu adalah kemampuan kita,” ucapnya.

Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Kemenpora Prof. Dr. Faisal Abdullah, S.H., M.Si DFM saat membuka kegiatan ini mengatakan,  pemahaman moderasi beragama itu penting. Mengingat betapa bahayanya Indonesia jika dibiarkan kehidupan bermasyarakatnya tidak disentuh pemahaman untuk membangun persatuan dan kesatuan. Apalagi dengan perkembangan teknlogi informasi yang begitu cepat.

Untuk itulah, dirinya  menilai perlu adanya upaya untuk melindungi generasi muda dari informasi yang tidak jelas dan mengancam keutuhan bangsa.

“Karena itulah Kemenpora menganggap penting. Selalu membuka ruang untuk dialog, untuk memberi infomasi yang baik, agar toleransi bergama bisa berjalan dengan baik sesuai dengan yang kita inginkan,” ucapnya.

Selain di Aceh, Workshop yang sama sudah dilaksanakan pada empat daerah lainnya yaitu Solo, Lampung, Makasar, dan Kalimantan Timur. Dalam kegiatan ini turut dilakukan penandatanganan ikrar pemuda lintas agama dan suku bangsa.

Artikel ini telah dibaca 7 kali

Baca Lainnya

Menag: Tahun 2023, Kerukunan Umat Beragama

5 Februari 2023 - 21:05 WIB

Stafsus Menag: PTKIN Gerakkan Potensi Humas dan Bentuk Cyber Army

3 Februari 2023 - 14:47 WIB

Selamat! Versi Webometrics Januari 2023, UIN Bandung Duduki Posisi I PTKIN Terbaik di Indonesia

2 Februari 2023 - 10:01 WIB

Terapkan MBKM, 7 Mahasiswa UIN Batusangkar Ikut Magang di PT. Madani Intelsysdata Jakarta

1 Februari 2023 - 13:45 WIB

Kuasai 3 Kemampuan Skills Menulis Artikel Ilmiah Biar Keren Hadapi Abad 21

28 Januari 2023 - 16:22 WIB

Tren Hijrah Generasi Milenial Jadi Bahasan Jurnal Maarif Edisi Ke-40

27 Januari 2023 - 10:44 WIB

Trending di Agama